Indonesia Cerdas Catatan Pendidikan Politik dan Politik Pendidikan Indonesia
Internet Sehat
February 2010
M T W T F S S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
free counters

Korupsi, Tujuan Birokrasi Kita ?

4574-korupsi.jpg

Sebelas tahun reformasi kita tidak mampu menjelaskan arti korupsi. Ini kalimat seorang kawan blog, di politikana.com. Lugas dan tak dapat dibantah. Meski ada kemajuan, tapi nampaknya pemerintahan yang bersih memang masih menjadi impian.

Apalagi hari-hari terakhir ini, kekuatan anti korupsi seakan hendak dihancurkan, justru oleh lembaga-lembaga yang seharusnya berdiri di barisan paling depan dalam pemberantasan korupsi. Sebuah ironi, sebuah dunia yang jungkir balik. Apa penjelasan dibalik semua ini ?

Ada yang mencoba memahami kisruh di atas sebagai buah perseteruan antar oknum dari dua lembaga. Maka usulan pencopotan jabatan seseorang menjadi solusi yang diusulkan. Tetapi ternyata itu tidak terjadi. Korps kelembagaan begitu kuatnya sehingga secara terang benderang perseteruan itu memang merupakan perseteruan dua lembaga.

Pemegang kekuasaan pemerintahan pun seakan tidak mampu bersikap netral terhadap apa yang terjadi. Ia tidak saja membiarkan kepolisian melakukan tekanan secara tidak proporsional, bahkan ia bersikap sangat responsif dengan mengeluarkan perpu tentang penunjukkan PLT KPK. Alih-alih mengevaluasi kinerja buruk kepolisian ia justru memanfaatkannya.

Sekali lagi apa yang sesungguhnya terjadi ? Mungkin benar kata teather Koma, kita ini adalah republik maling. Atau kita pinjam istilah Hans Dieters Ever tentang kelompok strategis. Negeri ini dibekap oleh kelompok yang berusaha menguasai sumber-sumber pendapatan. Kelompok ini akan terus berusaha melipatgandakan penguasaannya akan sumber-sumber pendapatan.

Militer, birokrasi dan lembaga negara yang lain, serta parpol sesungguhnya bekerja untuk melakukan pengambilalihan sumber-sumber pendapatan bagi kepentingan mereka sendiri. Inilah yang sesungguhnya terjadi. Dan mereka akan melakukan berbagai upaya untuk terus mempertahankan kepentingannya.

Maka sungguh sulit bagi kita bicara tentang aspek legal, formal dan rasionalitas birokrasi dan lembaga negara kita ini. Semuanya sudah dikantongi entah kemana. Tinggallah kita cuma bisa geleng-geleng kepala atas semua yang tengah terjadi. Jika tidak mau demikian, tutup saja mata dan telinga anda, biarkan semua terus membesar, hingga kehancuran dan kelumpuhan itu terjadi dengan sendirinya (parkinson).

Powered by Zoundry Raven

Flickr :
Zooomr :
Del.icio.us :
Technorati :

Oposisi PDIP, Oposisi Pura-pura ?

kuasi oposisi.jpg

Kemenangan ganda SBY dalam pileg dan pilpres 2009 serta gejolak politik terkini tentang koalisi besar membuat banyak pihak kawatir. Ada gejala terang-terangan untuk membentuk pemerintahan super kuat dengan mengurangi kekuatan control dalam perlemen.

Golkar memang ditakdirkan untuk mengabdi pada kekuatan yang dominan. Maka dengan mudah SBY merangkul Golkar. Dengan PDIP memang agak berbeda. Ada kerugian politis tertentu jika secara bulat-bulat PDIP digabungkan dalam koalisi besar. Aka ada kesan Demokrat tidak peduli dengan upaya membangun tatanan kehidupan politis yang demokratis.

Tetapi membiarkan PDIP secara penuh memainkan peran oposisi tentu tidak diharapkan SBY. Masih jelas dalam ingatan kita betapa SBY harus kehilangan muka karena tidak berani hadir di DPR untuk menanggapi hak interpelasi dalam kasus obligator BLBI dan sanksi PBB terhadap Iran. Bak buah simalakama, tidak hadir artinya menjadi pecundang. Jika hadir harus bersiap menghadapi debat yang panas dan jika argumennya tidak diterima resiko politiknya akan sangat besar. Ini adalah mimpi buruk, SBY tentu tidak ingin mengulangnya kembali.

Maka hubungan intim Demokrat dengan PDIP kini ibarat teman perselingkuhan. Didambakan tapi tidak ingin terang-terangan. Ditutupi tapi baunya tetap kemana-mana . Soal ketua MPR adalah bukti. Dan lihat saat mereka saling berkata-kata di media tentang oposisi PDIP. Bahasanya begitu santun dan saling menjaga perasaan. Mau jadi oposisi kok berkata-kata mesra. Yang dioposisi juga senyum-senyum senang.

Jika hal di atas benar begitu adanya, maka inilah dagelan politik kontemporer kita. Oposisi PDIP adalah oposisi pura-pura. Sebuah kuasi oposisi, sebuah kuasi demokrasi. Dan sebuah penipuan kepada rakyat tengah dilakukan.

Powered by Zoundry Raven

Flickr : , ,
Zooomr : , ,
Del.icio.us : , ,
Technorati : , ,