
Sebelas tahun reformasi kita tidak mampu menjelaskan arti korupsi. Ini kalimat seorang kawan blog, di politikana.com. Lugas dan tak dapat dibantah. Meski ada kemajuan, tapi nampaknya pemerintahan yang bersih memang masih menjadi impian.
Apalagi hari-hari terakhir ini, kekuatan anti korupsi seakan hendak dihancurkan, justru oleh lembaga-lembaga yang seharusnya berdiri di barisan paling depan dalam pemberantasan korupsi. Sebuah ironi, sebuah dunia yang jungkir balik. Apa penjelasan dibalik semua ini ?
Ada yang mencoba memahami kisruh di atas sebagai buah perseteruan antar oknum dari dua lembaga. Maka usulan pencopotan jabatan seseorang menjadi solusi yang diusulkan. Tetapi ternyata itu tidak terjadi. Korps kelembagaan begitu kuatnya sehingga secara terang benderang perseteruan itu memang merupakan perseteruan dua lembaga.
Pemegang kekuasaan pemerintahan pun seakan tidak mampu bersikap netral terhadap apa yang terjadi. Ia tidak saja membiarkan kepolisian melakukan tekanan secara tidak proporsional, bahkan ia bersikap sangat responsif dengan mengeluarkan perpu tentang penunjukkan PLT KPK. Alih-alih mengevaluasi kinerja buruk kepolisian ia justru memanfaatkannya.
Sekali lagi apa yang sesungguhnya terjadi ? Mungkin benar kata teather Koma, kita ini adalah republik maling. Atau kita pinjam istilah Hans Dieters Ever tentang kelompok strategis. Negeri ini dibekap oleh kelompok yang berusaha menguasai sumber-sumber pendapatan. Kelompok ini akan terus berusaha melipatgandakan penguasaannya akan sumber-sumber pendapatan.
Militer, birokrasi dan lembaga negara yang lain, serta parpol sesungguhnya bekerja untuk melakukan pengambilalihan sumber-sumber pendapatan bagi kepentingan mereka sendiri. Inilah yang sesungguhnya terjadi. Dan mereka akan melakukan berbagai upaya untuk terus mempertahankan kepentingannya.
Maka sungguh sulit bagi kita bicara tentang aspek legal, formal dan rasionalitas birokrasi dan lembaga negara kita ini. Semuanya sudah dikantongi entah kemana. Tinggallah kita cuma bisa geleng-geleng kepala atas semua yang tengah terjadi. Jika tidak mau demikian, tutup saja mata dan telinga anda, biarkan semua terus membesar, hingga kehancuran dan kelumpuhan itu terjadi dengan sendirinya (parkinson).
Powered by Zoundry Raven








Recent Comments